camera digital

Just another WordPress.com site

devinisi camera digital

leave a comment »

Kamera adalah alat paling populer dalam aktivitas fotografi. Nama ini didapat dari camera obscura, bahasa Latin untuk “ruang gelap”, mekanisme awal untuk
memproyeksikan tampilan di mana suatu ruangan berfungsi seperti cara kerja kamera fotografis yang modern, kecuali tidak ada cara pada waktu itu untuk mencatat
tampilan gambarnya selain secara manual mengikuti jejaknya. Dalam dunia fotografi, kamera merupakan suatu peranti untuk membentuk dan merekam suatu bayangan potret
pada lembaran film. Pada kamera televisi, sistem lensa membentuk gambar pada sebuah lempeng yang peka cahaya. Lempeng ini akan memancarkan elektron ke lempeng
sasaran bila terkena cahaya. Selanjutnya, pancaran elektron itu diperlakukan secara elektronik. Dikenal banyak jenis kamera potret.

Digital berasal dari kata Digitus, dalam bahasa Yunani berarti jari jemari. Apabila kita hitung jari jemari orang dewasa, maka berjumlah sepuluh (10).
Nilai sepuluh tersebut terdiri dari 2 radix, yaitu 1 dan 0, oleh karena itu Digital merupakan penggambaran dari suatu keadaan bilangan yang terdiri dari angka 0 dan 1
atau off dan on (bilangan biner). Semua sistem komputer menggunakan sistem digital sebagai basis datanya. Dapat disebut juga dengan istilah Bit (Binary Digit).
Konsep digital ini ternyata juga menjadi gambaran pemahaman suatu keadaan yang saling berlawanan. Pada gambaran saklar lampu yang ditekan pada tombol on,
maka ruangan akan tampak terang. Namun apabila saklar lampu yang ditekan pada tombol off, maka ruangan menjadi gelap. Kondisi alam semesta secara keseluruhan
menganut sistem digital ini. Pada belahan bumi katulistiwa, munculnya siang dan malam adalah suatu fenomena yang tidak terbantahkan. Secara psikologis,
manusia terbentuk dengan dua sifatnya, yaitu baik dan buruk. Konsep Yin dan Yang ternyata juga bersentuhan dengan konsep digital ini.
Kamera digital adalah alat untuk membuat gambar dari obyek untuk selanjutnya dibiaskan melalui lensa kepada sensor CCD (ada juga yang menggunakan sensr CMOS) yang hasilnya kemudian direkam
dalam format digital ke dalam media simpan digital.Karena hasilnya disimpan secara digital maka hasil rekam gambar ini harus diolah menggunakan pengolah digital
pula semacam komputer atau mesin cetak yang daat membaca media simpan digital tersebut.Kemudahan dari kamera digital adalah hasil gambar yang dengan cepat
diketahui hasilnya secara instan, kemudahan memindahkan hasil (transfer), dan penyuntingan warna, ketajaman, kecerahan dan ukuran yang dapat dilakukan dengan
relatif lebih mudah daripada kamera manual.

BAGIAN KAMERA DIGITAL TAMPAK DEPAN :

1. Control wheel atawa jog wheel. Bagian ini biasanya diletakkan didekat Shutter Release. Karena si pemotret mudah untuk menjangkaunya.
Dengan meletakkan bagian ini di dekat shutter release, si pemotret atawa si photographer jadi bisa menjangkau bagian ini dengan jari yang dia pakai untuk
menjangkau shutter release.Lalu, fungsi dari bagian ini? Bagian ini biasanya di gunakan untuk mengubah setting-setting tertentu dari camera digital yang bersangkutan.
“`Misalnya… ada camera jenis tertentu yang memanfaatkan bagian ini buat mengatur setting Shutter Speed. Ada juga camera digital yang memanfaatkan untuk mengubah
setting Aperture, atau mengubah filters, flip, dan sebagainya.

2. Shutter release. Umumnya…. bagian ini dgunakan oleh camera digital buat menangkap dan mengunci objek yang ada di depannya. Dengan menekan lalu
melepaskan tombol yang terdapat pada bagian ini, camera digital tersebut akan menangkap dan menyimpan objek tadi menjadi sebuah photo.

3. Microphone/speaker. Jenis-jenis camera digital tertentu, biasanya dilengkapi dengan fitur untuk merekam video atau film.Dengan microphone,
camera digital bukan cuma bisa merekan gambar, tapi juga suara. Lalu… dengan speaker, camera digital tadi bisa memainkan suara yang terekam.

4. Handgrip. Bagian ini fungsinye cuma buat memudahkan kita saat memegang camera. Bentuknya juga pasti bervariasi, sesuai dengan selera dari pembuat camera tersebut.

5. Focus ring. Bagian ini digunakan untuk mencari fokus atau mengubah tingkat ketajaman. Tidak semua jenis camera mengunakan fokus ring yang seperti ini.
Ada juga beberapa jenis camera yang menggunakan tombol untuk mengatur fokus. Bentuk ring atau lingkaran ini dipilih untuk mereka yang sudah terbiasa dengan jenis
camera film (non digital).

6. Zoom ring. Sama seperti focus ring, beberapa jenis camera lebih memilih bentuk tombol untuk bagian ini. Tapi… sebenernya… bentuk tombol ataupun
ring… fungsinya sama. Yaitu buat mengatur zoom.

7. Lens. Setiap camera pasti punya bagian ini. Bagian ini digunakan untuk menangkap gambar. Seberapa besar (tinggi dan lebar) dan seberapa jauh sebuah
camera digital bisa menangkap gambar, akan banyak bergantung dari jenis lensa yang digunakan.

8. Filter thread. Bagian ini sebenarnya adalah bagian tambahan. Yang artinya tidak semua jenis camera dilengkapi dengan bagian ini. Dengan fitur tambahan ini,
camera kita jadi punya kemampuan yang lebih

1. Flip up electronic flash. Semakin tinggi dan jauh posisi flash dari lensa, maka semakin baik. Hal itu bisa mengurasi red-eye yang biasanya diakibatkan dari posisi flash yang terlalu dekat dengan lensa.
dengan memposisikan flash jauh dari lensa, hal itu juga malah bisa menimbulkan efek red-eye.Kita bisa mengurangi dan menghindarkan efek red-eye dengan cara memposisikan atau mematikan flash.

2. Zoom ring. Mengubah zoom secara manual biasanya lebih cepat ketimbang mengubah zoom secara motorik. Itulah sebabnya, camera yang mempunyai fasilitas mengubah zooming secara manual, relatif lebih mahal ketimbang camera yang cuma bisa mengubah zooming secara motorik.

3. Macro button. Camera-camera yang menyediakan fasilitas close-up, biasanya juga menyediakan tombol yang memudahkan kita untuk berpindah-pindah dari satu mode ke mode lain. Dan bagian macro button ini, disedikan untuk mengakses fasilitas itu.

4. Focus ring. Kate yang nulis buku photography ini, manual focus yang berbentuk ring yang melingkar di seputar lensa lebih meyakinkan untuk mengatur fokus.

5. Filter/color/contrast/exposure options. Bagian ini dibuat agar kita lebih mudah dan cepat jika ingin mengatur setting-setting yang berhubungan dengan keempat element tadi.

6. Sensitivity/program mode/white balance/focus/sequence options. Bagian ini juga disediakan agar memudahkan kita mengatur setting-setting tertentu.

7. Automatic focus/Manual focus button. Dengan fasilitas ini, kita jadi mudah untuk berpindah-pindah mode. Jadi kita tidak perlu mengutak-atik.

9. Eyepiece diopter correction control. Bagian ini sangat bermanfaat bagi photographer yang berkacamata. Dengan mengakses bagian ini, itu bisa menutupi kekurangan mereka yang memiliki masalah dalam hal penglihatan.

Jenis kamera digital :

Pada dasarnya kamera digital dapat dikategorikan dalam 2 jenis.
1. Kamera saku digital (digital pocket camera)
2. Kamera digital SLR (Digital Single Lens Reflect (SLR) Camera)

Kamera digital bisa memiliki banyak fungsi dan alat yang sama dapat menyimpan foto, gambar video, ataupun rekaman suara.
sumber:valda.blogspot.com

sumber:

Written by bakhtiar

March 9, 2011 at 11:54 pm

Posted in sejarah singkat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: